|   Sign Up   |   Log In

DIAMOND GUIDE

1. CUT (POTONGAN)

Potongan berlian bisa disebut yang terpenting dalam 4 Cs, sehingga sangat penting untuk mema- hami bagaimana kualitas ini mempengaruhi nilai dari sebuah berlian. Potongan yang baik memberi- kan kecemerlangan pada suatu berlian, membuat kecerahan tersebut tampak dihasilkan dari dalam hati berlian itu sendiri. Sudut dan penyelesaian semua berlian menentukan kemampuannya dalam menerima cahaya sehingga menjadikannya cemerlang.

Teknik potongan berlian sudah dikembangkan selama lebih dari ratusan tahun, dengan penemuan terbesar pada tahun 1919 oleh matematikawan dan penggemar permata, Marcel Tolkowsky.

Tolkowsky mendefinisikan dimensi yang ideal sebagai berikut:

  • Table percentage (diameter meja dibagi diameter keseluruhan) = 53%
  • Depth percentage (kedalaman keseluruhan dibagi diameter keseluruhan) = 59.3%
  • Pavilion Angle (sudut antara korset dan pavilion) = 40.75°
  • Crown Angle (sudut antara korset dan mahkota) = 34.5°
  • Pavilion Depth (kedalaman pavilion dibagi diameter keseluruhan) = 43.1%
  • Crown Depth (kedalaman mahkota dibagi diameter mahkota) = 16.2%

Culet adalah titik kecil atau segi di bagian bawah berlian. Culet biasanya menjadi bagian diameter yang diabaikan, atau cahaya bisa bocor dari bagian bawah. Dimensi ideal Tolkowsky tidak men- cakup culet. Namun, culet yang tipis kenyataannya diperlukan untuk mencegah berlian dari mudah terpotong pada saat pengaturan. Sebuah culet yang normal seharusnya berukuran sekitar 1-2% dari diameter keseluruhan.

  • Diameter 
    The width of the diamond as measured through the girdle.
  • Table 
    This is the large, at top facet of a diamond. Crown The upper portion of a cut gemstone, above the girdle.
  • Girdle 
    The narrow rim of a diamond that separates the crown from the pavilion. It is the largest diameter to any part of the stone.
  • Pavilion 
    The lower portion of the diamond, below the girdle. It is sometimes referred to as the base.
  • Culet 
    The tiny facet on the pointed bottom of the pavilion, which is the portion of a cut gem below the girdle.
  • Depth 
    The height of a gemstone, from the culet to the table.

2. COLOR (WARNA)

Diamonds graded D through F are naturally the most valuable and desirable because of their rarity. Such diamonds are a treat for the eyes of anyone. But you can still obtain very attractive diamonds that are graded slightly less than colorless. And diamonds graded G through virtually no color that is visible to the untrained eye.

Kualitas warna terbaik berdasarkan pengelompokan kelas warna adalah sama sekali tidak berwarna, yang dikelompokan sebagai kelas “D” di seluruh dunia, yang berarti benar-benar terbebas dari warna apapun. Kelas berikutnya memiliki sedikit warna yang dapat diamati oleh ahli berlian/laboratorium pengelasan. Namun meskipun warna yang sangat ringan ini ada, mereka tidak mungkin menghasilkan nuansa warna apapun. Warna ini dikelompokan sebagai warna berlian kelas E atau F.

Sebagian besar berlian yang digunakan sebagai batu permata, pada dasarnya transparan dengan sedikit warna atau berlian putih. Kotoran pada umumnya, nitrogen, menggantikan sebagian kecil atom karbon dalam struktur berlian dan menyebabkan warna kekuningan hingga kecoklatan. Efek ini hampir terdapat pada semua berlian putih. Hanya pada berlian yang paling langka, efek pewarnaan ini tidak dapat dideteksi. GIA telah mengembangkan sistem penilaian warna dalam berlian putih, dari “D” sampai “Z” (dengan D yang “tidak berwarna” dan Z yang “berwarna kuning cerah”), yang telah diadaptasikan secara luas dalam industri dan diakui secara universal, meng- gantikan beberapa sistem lama. Sistem GIA menggunakan satu set patokan dari berlian alami, serta dengan standar dan kontrol kondisi cahaya. Berlian dengan kelas warna yang lebih tinggi itu lebih jarang dan tingkat permintaan berlian ini juga lebih tinggi, maka harganya juga lebih mahal daripada berlian dengan kelas warna yang lebih rendah. Anehnya, berlian dengan kelas Z juga jarang, dan kelas warna ini juga dinilai tinggi. Berlian dengan kelas warna D-F dianggap “tidak berwarna”, G-J dianggap “hampir tidak berwarna”, K-M “sedikit warna, N-Y biasanya muncul cahaya kuning atau coklat.

Berlian dengan kelas D sampai F secara alami paling bernilai dan diinginkan karena kelangkaan mereka. Berlian seperti ini berharga di mata siapapun. Tapi Anda masih bisa mendapatkan berlian yang sangat menarik dengan kelas sedikit dibawah D sampai F dan berlian dengan kelas G pun masih terlihat tidak berwarna oleh mata orang awam.

3. CLARITY (KEJERNIHAN)

Kejelasan merupakan sebuah ukuran dari kecacatan internal berlian yang disebut inklusi. Inklusi ini bisa berupa kristal dari materi asing atau kristal berlian lain, atau ketidaksempurnaan struktural seperti retak kecil yang dapat memunculkan keputihan atau berawan. Jumlah, ukuran, warna, lokasi, orientasi, dan visibilitas inklusi semuanya dapat mempengaruhi kejelasan relatif pada berlian. GIA dan organisasi lainnya telah mengembangkan sistem pengelompokan kelas kejelasan, yang berdasarkan inklusi tersebut terlihat oleh mata seorang professional ketika berlian tersebut dilihat dalam 10x pembesaran.

Berlian menjadi semakin langka dalam pertimbangan tingginya kelas kejelasan. Hanya sekitar 20% dari semua berlian yang telah ditambang memiliki peringkat kejelasan yang cukup bagi sebuah berlian untuk dianggap sesuai digunakan sebagai batu permata. 80% lain nya diturunkan untuk keperluan industri. Dari 20% yang di atas, sebagian besar mengandung satu atau lebih inklusi yang terlihat. Berlian yang tidak memiliki inklusi yang terlihat di sebut “mata-bersih” dan lebih disukai oleh sebagian besar pembeli, meskipun inklusi yang terlihat terkadang bisa disembunyikan dibawah pengaturan berlian. Sebagian besar inklusi terdapat pada berlian berkualitas tidak mem- pengaruhi performa berlian atau integritas struktural. Ketika diatur dalam perhiasan, inklusi ini juga sangat mungkin untuk disembunyikan dibalik mounting perangkat keras seperti prongs dalam cara yang membuat kecacatan tersebut tidak terlihat. Bagimanapun juga, keawan-awanan besar dapat mempengaruhi kemampuan berlian untuk mengirim dan menyebarkan cahaya. Retakan besar yang dekat dengan permukaan berlian dapat meningkatkan kemungkinan fraktur.

Berlian dikelompokan oleh masyarakat mayoritas mulai dari tanpa cacat sampai tidak sempurna.

 

F (Flawless) : No internal or external flaws. Extremely rare.
IF (Internally Flawless) : no internal flaws, but some surface flaws. Very rare.

 

 

VVS1-VVS2
Very Very Slightly Included (two grades). Minute inclusions very difficult to detect under 10x magnification by a trained gemologist.

 

 

VS1-VS2
Very Slightly Included (two grades). Minute inclusions seen only with difficulty under 10x magnification.

 

 

SI1-SI2
Slightly Included (two grades). Minute inclusions more easily detected under 10x magnification.

 

 

I1-I2-I3
Included (three grades). Inclusion visible under 10x magnification AS WELL AS the human eye. We do not recommend buying diamonds in any of these grades.

4. CARAT

Berat Karat mengukur massa berlian. Satu karat didefinisikan sebagai 200 miligrams (sekitar 0.007 avoirdupois ons). Ukuran poin (sama dengan satu perseratus karat/0.01 carat, or 2mg) umumnya digunakan untuk berlian yang kurang dari 1 karat. Sisanya sama, harga perkarat naik dengan berat karat, karena berlian besar lebih jarang dan lebih diinginkan sebagai batu permata.

Daftar harga berlian mingguan, Rapaport Diamond Report menerbitkan Martin Rapaport, CEO kelompok Rapaport New York, untuk berbagai potongan berlian, kejelasan dan berat. Saat ini dianggap sebagai dasar harga eceran. Pedagang perhiasan sering kali memperdagangkan berlian di diskon negosiasi harga rapaport (misalnya, “R -3%”)
Dalam perdagangan grosiran berlian, Karat sering digunakan dalam denominasi banyak berlian untuk dijual.

Misalnya, seorang pembeli bisa memesan 100 karat (20g), 0.5 karat (100mg), D-F, VS2-SI1, potongan berlian yang sangat baik, menunjukan keinginan untuk membeli 200 berlian (100 karat/20g total massa) dari karakteristik perkiraan tersebut. Karena itu, harga berlian (khususnya di kalangan pedagang dan industri profesional lainnya) sering dikutip per karat, bukan perbatu.

Berat karat total (Total Carat Weight/T.C.W) adalah frasa yang digunakan untuk mendeskripsikan massa total dari sebuah berlian atau batu permata lainnya pada perhiasan, ketika lebih dari satu batu permata digunakan. Anting berlian solitaire sebagai contoh, biasanya dikutip dalam berat karat total ketika ditempatkan untuk dijual, menunjukan massa berlian di kedua anting-anting, bukan tiap individu. Berat karat total juga digunakan secara luas untuk kalung berlian, gelang, dan perhiasan sejenis lainnya.